[1.]Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu dia melihat seseorang yang sedang berusaha menggerakkan kudanya. Karena kudanya tak mau menolak, orang itu memanggilnya dengan nama-nama buruk yang terlintas dipikirannya.
"Jangan bodoh," kata Saadi. "Kudamu tidak akan pernah mengenal bahasamu. Kau sebaiknya lebih tenang dan belajar bahasanya dulu."
Dan di kala dia berjalan melewati orang itu, dia berkata pada muridnya:
"Sebelum kau berargumen dengan seekor kuda, ingatlah peristiwa yang kau saksikan barusan."
[2.]Seorang guru sufi dan muridnya sedang berjalan melintasi padang pasir di Afrika. Ketika malam hari, mereka mendirikan tenda dan beristirahat.
"Betapa sunyi malam ini!" kata sang murid.
"Jangan pernah bilang 'betapa sunyi malam ini!'," kata sang guru. "Tapi bilanglah: 'Aku tidak bisa mendengar alam'."
[3.]Saadi dari Shiraz pernah cerita kisah berikut:

Ketika saya masih kecil, saya pernah sembahyang dengan bapak, paman dan misan-misan saya. Tiap malam kami bersama-sama mendengar bacaan sebagian Al-Qur'an.
Suatu malam, ketika paman saya membaca satu bagian dengan suara keras, saya memperhatikan bahwa kebanyakan orang sedang mengantuk. Saya bilang pada bapak saya, "Tidak ada satupun dari orang-orang ngantuk ini mendengarkan kata-kata kitab suci. Mereka tidak pernah mencapai Tuhan."
Dan bapak saya bilang, "Anakku sayang, lihatlah jalanmu sendiri dengan mata iman dan biarkan orang lain menjaga diri mereka sendiri. siapa tahu, mungkin mereka sedang berbicara dengan Tuhan dalam mimpi. Percayalah, aku lebih suka kau mengantuk seperti mereka daripada mendengar penilaian kasar dan kutukanmu."
# Paulo Coelho,
Stories for Parents, Children and Grandchildren, Vol 1.
Completely...