27.11.09

WISDOM OF RUMI


[1]
The most secure place to hide a treasure of gold is in some desolate, unnnoticed place
Why would anyone hide treasure in plain sight?

And so it is said,
"Joy is hidden beneath sorrow"

[2]
The lover is always alone
Even surrounded with people
Like water and oil he remains apart

[3]
In the Beloved's garden of Union, there is no thorns.

[4]
"I have no companion but love, no begining, no end, no dawn"

[5]
The lover is forever like a drunkard, whose secrets spell out


~Jalaluddin Rumi~



Bookmark and Share
Completely...

24.11.09

PERJALANAN

[1.]
Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu dia melihat seseorang yang sedang berusaha menggerakkan kudanya. Karena kudanya tak mau menolak, orang itu memanggilnya dengan nama-nama buruk yang terlintas dipikirannya.

"Jangan bodoh," kata Saadi. "Kudamu tidak akan pernah mengenal bahasamu. Kau sebaiknya lebih tenang dan belajar bahasanya dulu."

Dan di kala dia berjalan melewati orang itu, dia berkata pada muridnya:
"Sebelum kau berargumen dengan seekor kuda, ingatlah peristiwa yang kau saksikan barusan."

[2.]
Seorang guru sufi dan muridnya sedang berjalan melintasi padang pasir di Afrika. Ketika malam hari, mereka mendirikan tenda dan beristirahat.

"Betapa sunyi malam ini!" kata sang murid.

"Jangan pernah bilang 'betapa sunyi malam ini!'," kata sang guru. "Tapi bilanglah: 'Aku tidak bisa mendengar alam'."

[3.]
Saadi dari Shiraz pernah cerita kisah berikut:

Ketika saya masih kecil, saya pernah sembahyang dengan bapak, paman dan misan-misan saya. Tiap malam kami bersama-sama mendengar bacaan sebagian Al-Qur'an.

Suatu malam, ketika paman saya membaca satu bagian dengan suara keras, saya memperhatikan bahwa kebanyakan orang sedang mengantuk. Saya bilang pada bapak saya, "Tidak ada satupun dari orang-orang ngantuk ini mendengarkan kata-kata kitab suci. Mereka tidak pernah mencapai Tuhan."

Dan bapak saya bilang, "Anakku sayang, lihatlah jalanmu sendiri dengan mata iman dan biarkan orang lain menjaga diri mereka sendiri. siapa tahu, mungkin mereka sedang berbicara dengan Tuhan dalam mimpi. Percayalah, aku lebih suka kau mengantuk seperti mereka daripada mendengar penilaian kasar dan kutukanmu."

# Paulo Coelho,
Stories for Parents, Children and Grandchildren, Vol 1.



Bookmark and Share
Completely...

21.11.09

ISENG


1.
I think, therefore I am confused.

2.
Pay no mind to those who talk behind your back. It simply means that you are two steps ahead.

3.
The following statement is false.
The above statement is true.

Bookmark and Share
Completely...

19.11.09

FILSUF DAN SUPIRNYA


Completely...

RIWAYAT DARI INDIA


[1.]
Ramakrishna, sang mistikus, mulai memutuskan memasuki kehidupan spiritual di saat dia berumur 16 tahun. Pada mulanya, dia menangis getir karena, walaupun dia mengabdi di kuil, dia merasa tidak mendapat kemajuan apapun.

Kemudian, ketika namanya sudah terkenal, seorang temannya bertanya tentang fase kehidupannya itu. Ramakrishna menjawab:

"Jika seorang pencuri menghabiskan malam hari di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan penuh emas, apakah kau pikir dia akan bisa tidur? Dia akan tetap terjaga sepanjang malam, memikirkan rencana. Sewaktu saya masih muda, saya mendambakan Tuhan dengan sangat bergairah seperti si pencuri mendambakan emas itu, dan hal ini membawaku pada pembelajaran panjang bahwa kebijaksanaan tertinggi di dalam perjalanan spiritual adalah kesabaran."

[2.]
Setelah berhasil memerdekakan India, Mahatma Gandhi mengunjungi Inggris. Dia berjalan-jalan di jalanan London bersama dengan beberapa orang. Tiba-tiba, perhatiannya tertarik oleh jendela sebuah toko permata yang terkenal.

Gandhi berdiri di sana mengamati batu mulia dan perhiasan yang sangat indah itu. Sang pemilik toko seketika itu juga keluar untuk menyalaminya.

"Saya sangat terhormat dengan kehadiran Anda ke sini, melihat-lihat karya kami. Kami punya banyak sekali benda-benda berharga, indah dan artistik, dan kami akan senang memberikan Anda sesuatu."

"Betul, saya takjub dengan benda-benda menakjubkan ini," jawab Gandhi. "Dan saya lebih takjub lagi pada diri saya, karena tahu bahwa saya bisa menerima sebuah hadiah yang sangat berharga. Sekalipun demikian, saya bisa mengatur hidup saya dan bisa dihormati tanpa butuh pada intan-permata."

# Paulo Coelho,
Stories for Parents, Children and Grandchildren, Vol 1.

Bookmark and Share

Completely...